KOMPAS.com - Usai mengarungi Jungle River Cruise di Adventureland, Disneyland Hongkong, pakaian Anda bisa jadi akan basah karena ada beberapa efek cipratan air di sepanjang lintasan sungai yang di tengahnya terdapat rumah kediaman Tarzan. Tapi beruntung saya tidak basah kuyup.
Dari Adventureland, saya menyaksikan parade “Flight of Fantasy”, lalu bergegas ke tempat pertunjukan tiga dimensi Mickey’s Philhar Magic. Selama film diputar, pengunjung dengan kaca mata khusus seolah-olah berada di dalam film. Empat layar yang berjajar panjang di depan silih-berganti menyajikan gambar tiga dimensi.

Efek angin dan cipratan air saya rasakan, seolah layar itu tak berbatas. Dan di akhir cerita, Donald Bebek terlempar keluar dari layar, lalu tersangkut di tembok di belakang penonton. Begitu semua mata menoleh ke belakang, figur Donald Bebek benar-benar sedang meraung-raung kesakitan karena kepalanya menjebol tembok. Menakjubkan!

Aksi lain yang tak kalah hebatnya adalah The Golden Mickey. Ini adalah pertunjukan drama musikal yang ditata apik dengan paduan lagu-lagu khas Disney. Semua tokoh kartun Disney muncul silih-berganti.
Panggung yang dilengkapi dengan layar-berlapis menampilkan atraksi seni yang digarap tanpa cela. Tarian dan atraksi yang dipadu dengan gambar-bergerak-digital semakin mempesona mata. Saat masuk ke pertunjukan The Little Mermaid, gelembung-gelembung udara memenuhi seisi ruang teater, membawa para pengunjung ikut masuk ke dunia bawah laut.


Untuk bisa menikmati dua pertunjukan tersebut, Anda harus benar-benar memaklumi jadwal pertunjukannya. Saya rekomendasikan keduanya, karena sayang kalau dilewati begitu saja.
Tomorrow Land
Dari Fantasyland, saya melanjutkan petualangan di Tomorrowland. Sambil menunggu dibukanya wahana yang ada, saya sempat menyaksikan pertunjukan musik dengan peralatan ala kadarnya. Grup musik yang menamakan diri “Jammitors” ini terdiri dari tiga orang pemain alat musik tabuh, satu di antaranya sudah cukup berumur.

Peralatan yang digunakan wadah dari alumunium. Semula saya menduga ketiga orang ini adalah petugas sampah, tapi ternyata mereka pemain musik khusus Disneyland. Meskipun hanya menggunakan kaleng dan dua ember, musik yang dihasilkan selama sekitar sepuluh menit membuat saya tergoda merekamnya sampai tuntas.
Anda bisa menikmati penampilan musik mereka di video berikut:
Menjelang malam, masih di Tomorrowland, saya mencoba dua wahana, yaitu Stitch Encounter dan Space Mountain. Bila Anda masuk ke Stitch Encounter, Anda akan mengira layar besar di depan akan menampilkan film atau simulasi luar angkasa. Perkiraan itu tidak tepat, karena apa yang disajikan adalah interaksi antara animasi digital dengan para pengunjung.
Di areal bertempat duduk pendek ini, Stitch seakan menjadi makhluk hidup yang bisa ngobrol panjang-lebar dengan satu dua pengunjung yang dipilih acak. Saya membayangkan simulasi digital tersebut digerakkan oleh seorang talent di balik layar yang langsung dicitrakan ke dalam bentuk animasi digital berwujud Stitch.

Setelah itu, alih-alih mencoba permainan Buzz Lightyear yang katanya kurang menantang buat orang dewasa, saya memilih Space Mountain. Di wahana ini, pengunjung naik ke atas kereta berbentuk pesawat luar angkasa. Pesawat itu lalu melesat cepat di atas rel lintasan dalam ruang tertutup yang gelap gulita. Saya merasakan sensasi kengerian karena, dalam keadaan gelap, pengunjung tidak tahu ke arah mana kereta berbelok dan apa yang akan terjadi di depan sana—turunan tajam atau lintasan berputar.

Dari gelap, suasana sekitar berubah dengan bintang dan benda-benda luar angkasa. Nama wahana ini, Gunung Luar Angkasa, benar-benar terasa sensasinya.
Makan Mickey Mouse
Keajaiban Disneyland akan lebih terasa bila Anda menginap bersama keluarga di hotel Disneyland Hong Kong. Karena anak-anak akan merasakan sensasi tinggal bersama karakter Disney. Saat sarapan pagi, para karakter Disney seperti Mickey Mouse, Minnie Mouse, Guffy dan Donald Bebek akan berkeliling ruang makan dan dengan senang hati melayani berfoto dengan setiap tamu. Anak-anak tentu tidak akan melewatkan momen istimewa tersebut.

Selain itu, karakter Princess dari Disney seperti Cinderella dan Snow White Princess juga ikut menyemarakkan suasana pagi dengan memberikan kesempatan anak-anak untuk berfoto bersama. Dan para putri nan cantik ini, tentu saja tidak hadir dalam bentuk maskot dan topeng. Mereka berwujud wanita-wanita cantik pilihan yang wajahnya secantik tokoh kartunnya.

Hotel ini juga dilengkapi dengan beberapa restoran dengan beberapa atraksi menarik untuk anak-anak. Mereka bisa belajar membuat kartun disney dari balon, atau belajar membuat karya ketrampilan dari handuk kecil.
Bila Anda ingin menikmati santapan berbentuk karakter kartun Disney, mampirlah di restoran Christal Lotus yang berada di lantai dasar hotel. Di restoran ini, semua sajian makanan, baik makanan penutup maupun makanan utama, disajikan dalam bentuk karakter yang Anda sukai.
Saya terkesan dengan sup sea food kelapa muda yang disajikan dalam cangkang kelapa berukuran mungil. Sup itu ditutup dengan kelapa muda berbentuk kepala Mickey dan hiasan wortel, juga berbentuk Mickey. Selain sajian menu-menu yang enak, santap malam di Christal Lotus juga disajikan secara menarik. Saya berulang kali enggan menyantapnya, karena tidak ingin keindahan bentuk makanan berupa karakter kartun Disney musnah ditelat mulut yang sedang lapar. (tamat)


KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang